Pages

4 Apr 2012

Percakapan Bayi Dengan Tuhan

Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan ... Dia bertanya kepada Tuhan..

Bayi : "para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi....bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah"

Tuhan : "Aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu"

bayi : "tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia"

3 Apr 2012

Ilmu Harimau Kakek

Perjalanan dengan kereta api Jakarta-Blitar kali ini sungguh sangat melelahkan. Bukan hanya penumpang yang berdesak-desakkan seperti ikan tertumpuk dalam kaleng, namun juga mulai Bekasi hingga Tulungagung hujan enggan berhenti. Praktis, suasana dalam gerbong kereta api makin pengap, campur aduk antara bau keringat orang, bau pesing dari toilet yang tidak tertutup serta barang bawaan penumpang yang menyengat hidung.
Karena lelahnya, begitu tiba di rumah kakek, aku langsung ngorok hingga bangun sudah bersamaan dengan mentari bertahta indah di ufuk timur.

Cindelaras

Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,” pikirnya.

Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. “Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan.

2 Apr 2012

Kisah Segelas Susu

Adalah anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorg gadis muda. Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.

 Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.

 “Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.

 “Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… ” balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.

Budi - 123456

Ada sebuah cerita tentang aku dan dia
Jumpa pertama ku dengannya di satu sore yang cerah
Singkat kata singkat cerita ku berjalan dengannya
Namun apa yang aku rasa mungkinkan ini cinta

Dan hatiku bayangkan dirimu mulai ada rindu
Dunia ku terhenti karena kamu
Mungkin bisa jadi milikku
Semoga lagu cinta ini bersarang tepat di hatimu

Berawal Dari Sebuah Permainan (Part 2)


*wah! Harus cepat-cepat beli hadiah!!! HARUS!* aku pun langsung menancap gas dan menuju toko milik kak Rita, hehe.. mungkin aja di kasi diskon sama kakak ku ini. jangan Cuma diskon! Bisa-bisa di kasih gratis kalau alasannya untuk “seseorang yang spesial” hahaha.
            “sore kak. Gimana nih? Ramai ngak pengungjung?” tanyaku sambil menuju kearah kasir tempat kakak ku berdiri. “eh, tumbenan datang ke toko kakak? Apaan? Mau beli hadiah untuk seseorang yang spesial yah?” tanya kak Rita dengan tertawa. “eh, belum di bicarain, udah di tau akal gue. Hehehe” kataku. “yee, lo kan datang ke sini untuk beli hadiah doang. Ngak mungkin mau ngebantu jagain toko.” Kata kakak ku. “hehe, jadi? Gratis yah?” kata ku lagi. “yee, bisa bangkrut nih! Yah, tapi untuk saudara satu-satunya ngak apa-apa deh.” Jawab kak Rita. “yes! Makasih ya kak.. hahaha” sambung ku.

Berawal Dari Sebuah Permainan (Part 1)


"main polisi pencuri yuk!" ajak Dodo kepada saya waktu itu. "wah, ngak deh.. ngak tau cara mainnya gimana". jawab ku bohong. "Rio, ayo dong.. kita main aja dulu. masa sih nga tau cara mainnya gimana?". Kata Stella mencegah ku pergi. "aduh, gimana yah? oke deh.. coba dulu lah". Jawab ku menatap Stella.
            Sudah lama aku menyukai dirinya. Tapi? entah deh, aku dan dia itu cuma sebatas teman biasa. Lagi pula, aku juga orangnya masih malu-malu untuk mengenal dia lebih dalam, entah malu-malu atau takut. Takut untuk di tolak maksudnya.
            "Tuh, katanya ngak tau main? tapi kok bisa hebat gitu mainnya?". Cibir Dodo ngeliat aku yang dari tadi bisa menebak siapa si pencuri itu. "iya nih, kalau kita ajak main pasti alasannya ngak tau cara mainnya". Lanjut Juan. "huh! kalau Stella yang ngajakin main, pasti langsung mau main" Sambung Nita kesal, karena dari tadi kalah melulu dengan ku. Mereka ber-3 seolah-olah ingin membuatku malu di depan Stella. ya iya lah, Stella dari tadi ngeliat raut wajahku sewaktu di pojokkan sama Dodo, Juan, dan Nita.

 
Cool Grey Outer Glow Pointer