"Maksudku... di sampingku." Luna berkata lirih. Rona merah tersembul samar di kedua pipinya. Nino tersenyum dan mengelus puncak kepala Luna dan mengecupnya lama.
"Kau ingin aku tidur di sampingmu?"
Luna mengangguk cepat sebagai tanggapan.
Nino memicingkan matanya. "Bukannya kau tak suka dekat-dekat denganku?"
"I, iya sih. Tapi kan sekarang suasananya beda, bodoh!"
7 Feb 2012
Selamanya Cinta (Part 2)
Nino menatap Luna dari jendela teras depan. Wajahnya menyiratkan lelah. Namun ia sengaja tak menunjukkannya di depan Luna. Bagaimana pun, Luna adalah satu-satunya gadis yang mampu membuat hatinya yang kelu lagi kebas ini, bisa merasakan hangatnya cinta.
Meski harus ditempuh dengan caci-maki yang keluar dari bibir mungil Luna, ia tak keberatan. Karena perasaan absurd tak berdasar itu kemudian jelas di mata pemuda itu.
Meski harus ditempuh dengan caci-maki yang keluar dari bibir mungil Luna, ia tak keberatan. Karena perasaan absurd tak berdasar itu kemudian jelas di mata pemuda itu.
Selamanya Cinta (Part 1)
"Aaah, aku ngantuuuk! Hoaaaahm!" Luna menguap lebar. Mata hitamnya mulai meredup seiring dengan kantuk yang mulai menggerogoti tubuhnya.
PLAKK!!!
"Adaaow! Sakiiiiit!!!" Luna menundukkan wajahnya. Kedua tangannya memegang kepalanya yang nyut-nyutan di timpuk buku tebal dari Nino. Cowok itu menatap Luna tanpa rasa bersalah dan kembali ke posisi duduknya semula.
PLAKK!!!
"Adaaow! Sakiiiiit!!!" Luna menundukkan wajahnya. Kedua tangannya memegang kepalanya yang nyut-nyutan di timpuk buku tebal dari Nino. Cowok itu menatap Luna tanpa rasa bersalah dan kembali ke posisi duduknya semula.
6 Feb 2012
Satu Untuk Selamanya
Hai,, namaku Tiara Angelina.. kalian bisa panggil gue Tiara. Gue sekolah di salah satu SMA di Jakarta, kelas XII jurusan IPA. Gue punya sahabat dari kecil, mungkin dari lahir gue udah sama dia. Dia Aryani Fitriana Kurniawan, orangnya cerewet, kalau ngomong teriak-teriak, PD’an, centil, suka makan + shopping, kalau dibilang pinter ketinggian kali ya, hehe.. dia pinter kalau suruh bahasa korea, tapi 0 kalau suruh ngerjain kimia, maklum dia itu kalau udah pusing ngerjain tugas, pasti langsung ditinggal tidur. Tapi dia orangnya asyik, ramah, nggak gampang ngambek, supel sm siapa aja ( biarpun cerewet ) dan yang jelas dia sohib sejati gue kali ya. Beda jauh sama gue, gue orangnya nggak banyak omong, butuh ngerjain ya gue kerjain, nggak suka kalau ngerjain nggak serius, kebalikan dari sifatnya Ryan gue orangnya nggak centil kali ya, dan gue lumayan kalau suruh pelajaran yang berhubungan dengan hitung menghitung, ya mungkin keturunan kali ya, mama sama papa gue kerjanya di bank dan semuanya pasti berhubungan dengan hitung menghitung. Udah kali ya perkenalannya, lets go to my story…
3 Feb 2012
Tertunda
“Hai cewek, aku steven. sapa ku sambil menjulurkan tangan padanya.”
Dia membalasnya dengan menjuluskan tangannya pada ku, tangannya begitu lembut dan halus.
“Hai juga, aku yuki.”
Suaranya begitu lembut, membuat hati ini berdegup kencang. DH (jadi cewek yang telah membuat hati dan jantung ini berdengup kencang seolah-oleh mau copot nama Yuki).
“Jurusan apa? Kembali ku bertanya padanya.”
“Jurusan Bahasa Indonesia kata Yuki dengan lembut”
“Wah sama dengan ku, kita satu jurusan neh dan semoga kita bisa menjadi sahabat ya, sambil aku tersenyum yang sangat manis padanya”
“Iya, jawabnya singkat dengan senyuman yang begitu mani”
Yuki adalah gadis yang sangat manis, santun, lembut. Saat pertama ku melihatnya, aku telah merasakan hal yang aneh di hati ini, apakah ini yang dinamakan cinta pada padangan pertama????
Begitulah awal ku berkenalan dengan Yuki, gadis yang telah buat ku jatuh cinta.
Dia membalasnya dengan menjuluskan tangannya pada ku, tangannya begitu lembut dan halus.
“Hai juga, aku yuki.”
Suaranya begitu lembut, membuat hati ini berdegup kencang. DH (jadi cewek yang telah membuat hati dan jantung ini berdengup kencang seolah-oleh mau copot nama Yuki).
“Jurusan apa? Kembali ku bertanya padanya.”
“Jurusan Bahasa Indonesia kata Yuki dengan lembut”
“Wah sama dengan ku, kita satu jurusan neh dan semoga kita bisa menjadi sahabat ya, sambil aku tersenyum yang sangat manis padanya”
“Iya, jawabnya singkat dengan senyuman yang begitu mani”
Yuki adalah gadis yang sangat manis, santun, lembut. Saat pertama ku melihatnya, aku telah merasakan hal yang aneh di hati ini, apakah ini yang dinamakan cinta pada padangan pertama????
Begitulah awal ku berkenalan dengan Yuki, gadis yang telah buat ku jatuh cinta.
2 Feb 2012
23 Menit Membaca Pikiran
Karena kemarin aku berhasil menjawab pertanyaan dari sahabat sekaligus ‘penasihat spiritual’, maka dia memberikanku sebuah kekuatan kecil. “Nah Angel, kalau kamu bisa jawab, kukasih kekuatan membaca pikiran orang.” Ungkap Indah, yang merebahkan tubuhnya di kursi teras. “Betulan nih? Boleh. Apa pertanyaannya…?” tantangku. Indah tersenyum, dielusnya anting-anting sebesar gelang yang menggantung anggun pada kedua kupingnya. “Begini pertanyaannya…”
Aku, Cinta Dan Sahabat
“Si miskin” begitu teman-temanku biasa memanggilku. Julukan itu memang sudah melekat dalam diriku sejak aku kelas X (sepuluh). Dan sekarang aku sudah kelas XI (sebelas), itu berarti sudah satu tahun aku duduk dibangku SMA, dan berarti juga sudah satu tahun teman-temanku menjuluki ku si miskin. Hampir semua dari teman-temanku memanggilku dengan sebutan itu. Dari sekian banyak orang disekolahku, hanya Vanya dan Rino yang tidak pernah memanggilku si miskin. Mereka berdua malah mau bersahabat denganku, memang awalnya aku ragu mereka benar-benar ingin menjadi sahabatku. Bagaimana tidak, orang tua Vanya adalah seorang pengusaha kaya, begitu juga dengan Rino. Sedangkan aku… apa mereka mau menjadi sahabatku. Tapi ternyata semua bayangan buruku tentang mereka itu salah, mereka sangat tulus bersahabat denganku. Terbukti sampai sekarang mereka selalu membangkitkanku saat aku terpuruk karna teman-temanku.
Langganan:
Postingan (Atom)