Pages

26 Feb 2012

Senyum Terpahit

Sahabat adalah dia yang menghampiri saat dunia menjauh. .
Sahabat bagai bulan purnama yang bersinar saat malam. .

Aku tersenyum sengit mendengar puisi yang di baca temanku di depan kelas. karena aku teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, kejadian itulah yang membuat aku tidak mudah percaya dengan orang lain.

Waktu itu aku masih duduk di bangku smp, aku tidak begitu peduli dengan yang namanya cinta. Aku mempunyai seorang sahabat yang sangat aku percaya semua masalah yang melanda aku, tidak segan-segan aku ceritakan semua masalah ku padanya, sebaliknya pun begitu.

Hantu Aisyah

Malam itu di asrama anak laki-laki panas sekali. Dan Husein masih belum bisa tidur. Berkali-kali ia membalikkan badannya di tempat tidur sambil mengumpat-umpat.

"Kenapa aku harus tidur secepat ini? Aku kan sudah sehat!"

Sudah tiga hari ia menempati klinik asrama karena radang tenggorokan yang dideritanya. Sebenarnya sore itu dokter sudah menyatakan bahwa ia sudah sembuh, tapi ia hanya mengijinkan untuk kembali ke kamarnya esok paginya.

"Besok saja ya, sekarang kan tanggung, kamarmu yang dulu belum dibersihkan. Nanti kalau kamu sakit lagi gimana? Kamu nggak mau penyakitmu bertambah parah kan?" Dokter Hamed berujar sambil tersenyum. Suster Ema yang berdiri di samping pak dokter ikut mengiyakan sambil mengacak-acak rambut Husein.

25 Feb 2012

Tuhan Punya Rancangan Terbaik

Me (panik): God,bolehkan aku tanya sesuatu?

God: silahkan

Me: Janji Engkau tidak akan marah?

God: Aku janji

Me(frustrasi): Mengapa Engkau biarkan banyak hal terjadi padaku hari ini?

God: Maksudmu?

Me: Aku terlambat bangun.

God: Ya

Me: Mobilku tidak bisa distarter

God: Oke

Me (ngedumel): sandwich untuk makan siangku salah dan harus menunggu lama

God: Hmmmm..

Me: Dalam perjalanan pulang Handphone ku mati saat aku angkat telp0n masuk

God: Baiklah

24 Feb 2012

Akhir Harapanku

Matahari tepat di atas kepalaku, sinarnya seolah ingin memanggang semua yang berada di bawahnya. Terdengar deburan ombak yang bekejar-kejaran kemudian membentur dinding karang. Angin berhembus dengan nafasnya yang lembut, sangat menyejukkan, sedikit mengusir sengatan matahari. Aku berdiri di atas buih-buih pasir putih, memandang riaknya air yang sangat luas namun seperti ada jurang di ujung sana. Sebersit kenangan itu terlihat kembali di benakku, tentang aku dan dia. Hhhh. . .mengapa kenangan itu hadir lagi, padahal sudah lama, yah. . .sangat lama. Entah dimana dia saat ini.

Senyum Manis Ayu Mendamaikan Hatiku

Suasana hutan di siang itu sungguh berkabut. Kicauan burung seakan sambut menyambut.Suara siamang menderu2 di hutan.Hamparan pepohonan hijau dengan angkuh nya tegak sambil bersuara gemericik. Tetesan embun seperti mengering begitu cepat. Aku terbangun dari tidur ku , aku berdiri dengan pelan , kupandangi sekitar ku .Pemandangan nya sama seperti kemarin ,hijau ,dan berkabut. aku berjalanan menyelusuri hutan yang tua. berjalan dan berjalan. aku teringat sebulan yang lalu ketika aku mengajak nya melakukan expedisi puncak pintau.

Dua Cerita Tentang Kesedihan

Badut itu menangis saat pertunjukan berlangsung. Anak-anak yang melihatnya terheran-heran, mengapa badut yang lucu itu menangis? Biasanya badut berwajah ceria dengan hidung merah bulat, rambut keriting berwarna-warni, bertubuh gendut dan berpakaian besar. Ia hadir di saat pesta ulang tahun atau pun pesta sunat agar si sunat tidak merasa kesakitan, dengan memeriahkan atraksi-atraksinya yang aneh namun selalu mengundang tawa atas kekonyolan tingkahnya.

11 Tahun Dalam Keegoisan

Aku tidak bisu, aku hanya tidak suka bicara, karna aku lebih suka diam. Aku tidak tuli, aku hanya tidak mau mendengar, karna ku rasa kata-kata itu tak pantas untuk ku dengar. Aku juga tidak buta, aku hanya tidak pernah melihat, aku tidak pernah melihat seperti apa birunya langit, aku tidak pernah melihat seperti apa indahnya lembayung senja disore hari, aku juga tidak pernah melihat seperti apa terangnya bulan dimalam hari. Aku tidak seperti mereka, dapat terbang bebas ke angkasa, kemudian turun lagi ke bumi sesuka hati. Mereka punya sayap yang membuat mereka terbang. Sedangkan aku, aku tidak tahu sudah sejak kapan sayap-sayapku patah. Mungkin sejak 16 tahun silam saat aku dilahirkan. Entahlah.. Aku tidak pernah suka saat ada banyak orang disekelilingku. Karna saat aku berada diantara banyak orang aku merasa seperti seekor semut, dan mereka adalah gajah yang bisa mengancam keselamatanku, mereka bisa saja menginjaku setiap saat, karna aku begitu kecil dan mereka sangat besar.

 
Cool Grey Outer Glow Pointer